Koreksi Faktor Daya atau PFC adalah untuk meningkatkan rasio daya nyata terhadap daya nyata. Faktor daya sekitar 0,4~0,6 pada model non-PFC. Pada model dengan sirkuit PFC, faktor daya bisa mencapai di atas 0,95. Rumus perhitungannya adalah sebagai berikut: Daya Semu=Tegangan Masukan x Arus Masukan (VA), Daya Nyata= Tegangan Masukan x Arus Masukan x Faktor Daya (W).
Dari sudut pandang ramah lingkungan, pembangkit listrik perlu menghasilkan daya yang lebih tinggi dari daya semu agar dapat menyediakan listrik secara stabil. Penggunaan listrik yang sebenarnya ditentukan oleh daya yang sebenarnya. Dengan asumsi faktor daya adalah 0,5, pembangkit listrik perlu memproduksi lebih dari 2WVA untuk memenuhi penggunaan daya nyata 1W. Sebaliknya jika faktor dayanya 0,95 maka pembangkit listrik hanya perlu menghasilkan daya lebih dari 1,06VA untuk menghasilkan daya nyata 1W, sehingga akan lebih efektif dalam penghematan energi dengan fungsi PFC.
Topologi PFC aktif dapat dibagi menjadi PFC aktif satu tahap dan PFC aktif dua tahap, perbedaannya ditunjukkan seperti pada tabel di bawah ini.
| Topologi PFC |
Keuntungan |
Kerugian |
Keterbatasan |
satu tahap PFC aktif |
berbiaya rendah Skema sederhana Efisiensi tinggi dalam kecil aplikasi watt |
Ripple yang besar umpan balik kompleks Kontrol |
1.Nol 'waktu tunggu'. Outputnya dipengaruhi oleh input AC secara langsung. 2. Arus riak yang besar menghasilkan siklus hidup LED yang lebih rendah. (menggerakkan LED secara langsung) 3. Respons dinamis yang rendah, mudah terpengaruh oleh beban. |
aktif dua tahap PFC |
Efisiensi tinggi PF lebih tinggi Kontrol umpan balik yang mudah Adopsi tinggi terhadap kondisi beban |
berbiaya lebih tinggi Skema kompleks |
Cocok untuk semua jenis penggunaan |